Menjaga Tradisi, Mempererat Kerukunan: Peringatan HUT ke-54 Desa Transmigrasi Sumber Arum
SELUMA — Momentum bersejarah kembali menyelimuti Desa Sumber Arum, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Berdiri sejak tahun 1972 sebagai desa transmigrasi asal Yogyakarta, pada bulan Juli tahun 2026 ini Desa Sumber Arum secara resmi menginjak usianya yang ke-54 tahun. Perayaan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembuktian atas ketangguhan warga dalam membangun desa secara mandiri dan bergotong-royong.
Sinergi Tradisi dan Rasa Syukur
Perjalanan panjang selama lebih dari setengah abad telah membentuk karakter masyarakat Desa Sumber Arum yang harmonis. Perayaan ulang tahun ke-54 ini kembali diwarnai dengan rangkaian tradisi leluhur Jawa seperti Bersih Desa atau sedekah bumi. Kegiatan ritual tahlil dan doa bersama menjadi pembuka sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan air yang melimpah.
Tidak ketinggalan, panggung hiburan rakyat juga ikut dimeriahkan oleh paguyuban seni salah satunya melalui kesenian tradisional MUDA LARAS yang senantiasa dijaga kelestariannya secara turun-temurun di tanah Seluma.
Tak lupa juga dalam perayaan tahun ini bekerja sama dengan para peternak sapi didesa Sumber Arum dan BUMDES menyisihkan sebagian rejekinya buat disalurkan anak yatim dan kaum duafa.
Komitmen Menuju Kemajuan Bersama
Kepala Desa sendiri yaitu Bp.PURWANTO menjelaskan Selain menjadi pesta rakyat, HUT ke-54 ini juga merupakan momentum penting bagi jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk menyusun arah pembangunan ke depan. Dengan semangat saling asah dan saling asuh, kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah daerah diharapkan dapat terus berjalan harmonis guna mewujudkan desa yang mandiri, kreatif, dan sejahtera.
Usia 54 tahun menegaskan bahwa Desa Sumber Arum bukan lagi sekadar desa transmigrasi, melainkan episentrum kerukunan budaya yang terus bergerak maju, kokoh, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Seluma.